Jumat, 17 April 2009

CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI

Hati tak dapat lagi berharap banyak tentang cinta yang telah terampas oleh keadaan. Asa yang dulu masih terbentang begitu luasnya, kini menjadi teramat sempit untuk aku lewati. 

Logikaku meyakinkan hati ini bahwa cinta tidak harus memiliki. Dan hati inipun telah mau diajak kompromi dengan baik. Menerima apa yang telah menjadi ketentuan-Nya, dan menjalankannya dengan penuh keikhlasan.

Setelah terhenti pada satu titik, kini aku kembali melanjutkan perjalanan. Mencoba menghidupkan kembali perasaan ini setelah sekian lama mati suri.

Kasih pertama yang dulu hilang kini datang menjelang.

Cinta lama bersemi kembali dan dengan kekutannya aku kembali berdiri. 

Kini aku tak lagi sendiri

Rabu, 15 April 2009

BIASA SAJA

Mencoba mencintai  meski rasa sudah mati.

Mencoba memahami meski hati tak bisa mengerti.

Mencoba pasrah meski jiwa tak bisa menerima.

    Langkahku terasa begitu ringan.

    Jalanku tanpa beban.

    Jika memberi dan menerima tanpa berlebihan.

        Mencintai sederhana saja

        Dicintai sederhana saja

        Jika harus kehilanganpun,

        terasa biasa saja.

DIANTARA DUA TEPI

Aku berdiri diantara dua tepian. Hatikku telah dipaksa untuk memilih. Ketepi sebelah mana aku harus merapat?

Jiwa ini masih terlalu malas untuk berfikir dan mencari petunjuk-petunjuk yang bijaksana. Entah mengapa..

Tuhan tolong diriku.

Dia atau dia? Disini atau disana?

Aku ingin segera berlabuh disebuah dermaga.

Rabu, 01 April 2009

RECHARGE


Bosan! Aku bosan bermain dengan pemikiran-pemikiran yang spekulatif. Argumentasi yang kusuarakan melalui hati dan perasaan ini, ternyata tak mampu meredam konflik antara batin dan pemikiran-pemikiran ini. Semuanya berjalan sendiri-sendiri  dalam kerasnya arogansi dan egoisitasnya. Menjadi tidak masuk akal..

Aku ingin kepastian hidup. Membangun optimisme yang kokoh dalam menjalankan ketentuan-ketentuan yang ada. Menyelaraskan rasa dan logika agar berjalan beriringan tanpa dominasi mayoritas. Menyeimbangkan hasrat duniawi dengan akhirati demi mewujudkan kedamaian sejati.

Aku lelah..ingin rasanya sejenak merebahkan tubuh ini. Mengistirahatkan otak yang telah kupaksa untuk terus berpikir. Meninabobokan hati dan perasaan yang telah ku ekploitasi selama ini.

Ketika terjaga nanti, kuharap menemukan  kekuatan kembali. Kekuatan untuk menaklukan perasaan jenuh yang sedang menjadi musuh besarku dan kekuatan untuk membunuh keraguan-keraguan yang melemahkan serta rasa malas yang mencemaskan. Yang kumau hanyalah sebuah kesuksesan.

Sebelum hilangku kemudian, kuingin bahagiaku. Bahagia yang masih tersimpan dalam memori otakku. Sebuah desain kehidupan yang akan membawaku dan orang-orang yang kucintai bersinergi dalam sebuah kebahagiaan hakiki.

Tuhan, berkatilah...Amin.

Arya Van Java

Senin, 30 Maret 2009

SEPOTONG ROTI YANG PENUH ARTI


Sore itu setelah kuhabiskan waktu selama kurang lebih dua jam untuk menonton film yang ternyata sama sekali gak penting, aku melangkahkan kaki menuju ke supermarket. Kebetulan stok kebutuhan sehari-hariku sudah mulai habis jadi sekalian aja aku belanja.

Setelah mengisi troly dengan bermacam-macam produk perawatan cowo, akupun langsung menuju kegerai makanan dan minuman. Sebungkus roti basah rasa kacang dan strowberry  aku ambil. Nampaknya sangat menggiurkan. Yups, sudah kebeli semua. Daripada berlama-lama takut over budget akupun langsung menuju kekasir.

Karena belanjaanku lumayan banyak dan malu kalo harus naik angkot ( hehe..bukannya apa-apa, malu aja udah kaya ibu rumah tangga tuh belanjaan ) akupun terpaksa harus mengeluarkan kocek lebih untuk ongkos naik taksi. Sambil nungguin taksi... dan berhubung perut udah lumayan kerasa lapar, aku makan aja roti sobek rasa kacang itu. Lumayan buat mengganjal perut nihh...

Wuekkk!!! Buh..! Baru sekali gigit aja udah aneh banget tuh rasanya. Sama sekali gak enak. Nyesel aku beli roti itu. Akhirnya aku taruh aja ditempat sampah. Wuzzz...Ngga ada sepuluh detik kemudian.. tiba-tiba seorang bocah mengambil roti itu dan langsung makan dengan lahapnya.

Dari cara makannya aku tau kalau bocah itu sangat lapar. Aku kemudian menghampirinya dan bertanya" Kamu sudah kenyang?". Ia hanya memandangku sebentar lalu menundukan kepala sambil menggelengkannya perlahan. " Kamu suka makan roti itu? " Tanyaku lagi. Ia kembali memandangku sebentar lalu menganggukan kepalanya perlahan. Akupun tak kuasa menahan genangan air mata ini.

*****

Pelajaran yang bisa kuambil dari kisah ini adalah bahwa seharusnya kita selalu bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan. Aku juga jadi lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang, dan memperlakukan makanan. Roti yang kubuang begitu saja karena menurutku sama sekali tidak enak, ternyata bisa menjadi santapan yang lezat bagi orang lain yang tidak seberuntung aku.

Setidaknya aku juga belajar untuk bisa lebih  peduli. Saat aku kenyang, diluar banyak orang yang kelaparan. saat aku lapar, masih banyak yang jauh lebih lapar. Saat aku merasa hidupku pas-pasan, masih banyak yang jauh lebih pas-pasan. 

Melihat langit tentu adalah hal yang harus aku lakukan untuk memacu semangatku menuju kehidupan yang lebih baik. Tapi Insya Alloh, aku juga ngga akan pernah lupa dimana kaki ini berpijak. 

Arya Van Java

PELUKAN MIMPI


Aku memiliki segenap jiwa dan raganya dalam pelukan mimpi. Aku menjadi laki-laki terhebat karena memilikinya dalam pelukan mimpi.  Aku ingin tetap memeluknya dalam pelukan mimpi, aku ingin tetap menciumnya dalam pelukan mimpi, aku ingin tetap menyetubuhinya dalam pelukan mimpi. 

Ingin rasanya waktu yang kujalani hanya untuk memimpikannya. Merasakan kebahagiaan yang hanya terekam dalam angan-anganku. Menjadi pelakon utama dalam sebuah pertunjukan drama romantis yang hanya kumainkan bersamanya, tanpa sutradara, tanpa penonton. 

Semuanya akan berjalan sesuai apa yang aku dan dia ingini. Menikmati hidup ini hanya dengan mencintai dan dicintai sepenuh hati. 

Tuhan..rasanya aku enggan berlari dari mimpi-mimpi ini. Tolong jangan bangunkan aku jika terjaga dari mimpi hanya akan membuat aku kehilangan.

Arya Van Java

Minggu, 29 Maret 2009

MY HEART


Kali ini coba kutanyakan lagi pada hati yang tengah memilih. "Siapakah gerangan yang hendak kau pilih?" Namun lagi-lagi hati ini tak mampu menjawab. Entah sudah berapa jilid jika harus kurangkai dalam sebuah buku. Pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut perasaan jiwa ini seolah-olah hanyalah hembusan angin yang berlalu begitu saja. Sampai kapan, hati ini masih saja terdiam..akankah tetap saja terdiam?

Bunga-bunga itu nampak berseri dan keindahannyapun terpancar dari dalam hati. Sebuah aura kasih yang mampu menggetarkan hati yang sedari saat itu berdiam diri. Lalu kutanyakan kembali pada hati ini. " Ia kah gerangan yang kau pilih?"Entah mengapa pertanyaanku membuat hati ini kembali tertutup rapat. "Lalu siapa?!" Tanyaku sedikit kesal.

Kemudian hati ini memberikan satu isyarat seraya memutar pandanganku kembali kebelakang. Seketika itu pula kulihat dirinya. " Apa? Dia? Kenapa harus dia? Tidakkah ada yang lain yang kau pilih?" Kembali tanyaku. Hati inipun tersenyum lagi. Tak kulihat lagi guratan kepedihan dihatinya. " Tapi itu tidak mungkin. Dia sudah menjai milik orang lain." Hati ini kembali tertunduk lesu. " Memang tidak mudah untuk melupakannya, tapi kenapa tidak kau coba dengan sekuat tenagamu? Mengapa kau terlalu lemah? Mengapa hanya dia yang kau cintai? Tidakkah kau bisa membuka matamu untuk melihat yang ada disekelilingmu? Dia, dia, dia,dia terus yang kau pikirkan. Kamu memang tidak pernah realistis! Kamu memang tidak pernah berpikir secara logis! Kamu egois...!" Umpatku pada hati ini yang sudah terlanjur kuat mencintainya. Hati yang sudah begitu sangat menguasai diri ini hingga tak lagi mampu mencapai logika.

Apa yang bisa kulakukan jika hati ini tetap dalam pendiriannya? Mencintai seorang seumur hidup? Inikah jalan yang harus kutempuh? Adilkah jika aku harus mencintai orang lain tanpa menyerahkan hati ini? 

Sekali lagi kucoba kembali bertanya pada hati ini. " Apakah kau benar-benar sudah tidak memiliki kekuatan untuk melupakannya? Apakah kau benar-benar tidak akan mau kuserahkan pada cinta yang lain?" Hati inipun tetap terdiam dan kulihat ada airmata yang meleleh dipipinya.

Arya Van Java

Sabtu, 28 Maret 2009

MUKA ITU BAGAIKAN BUAH BUSUK


Aku berbicara atas nama hati. Mencoba menumpahkan kekesalan-kekesalan yang selama ini kusimpan rapi. Kesabaran diri yang kupertahankan nampak sudah tergoyahkan. Aku ingin berlari..berteriak…mengekspresikan diriku dalam muak dan benci serta menghancur leburkan kelemahan-kelemahan yang tak lagi termaaafkan. Aku lelah menjadi diri yang tersakiti, aku bosan menjaga kebaikan – kebaikan yang terabaikan.

Aku terus berlari…tak peduli apa yang sejuta mata pertanyakan. Muka-muka itu bagaikan buah busuk yang ingin segera aku masukan dalam karung kemudian kubuang. Aku muak atas segala perlakuan yang membuatku kerdil. Ketidak berdayaanku selama ini menjadi butir-butir dendam yang kini telah menjadi seperti gunung api dan siap meledak kapanpun. Siap memporak porandakan semuanya.

Aku tak sesempurna untuk menjadi manusia yang selalu mengalah. Akupun punya benci dan amarah.Dan saat luka hati ini sudah terlalu parah, akupun tak mampu lagi menahan hati dan lisanku untuk menghujammu dengan sumpah serapah. Bahkan sanggup menuntun kedua tangan ini untuk membuatmu berdarah. 

Aku ingin melemparmu jauh kelautan. Membiarkan jasadmu menjadi santapan binatang laut. Biar episode demi episode yang kau mainkan dengan peran antagonis berakhir dengan sempurna. Sesempurna luka jiwa ini yang kau torehkan. 

Aku berbicara atas nama hati. Jika mulutmu masih sanggup mengatakan maaf, katakanlah. Sebelum tak ada sedikitpun ruang dihati ini, untuk memaafkanmu.

Arya Van Java


MENGHARGAI WAKTU






Arya:
Setelah gw baca artikel ini, gw baru nyadar betapa selama ini udah terlalu byk waktu yg gw buang sia-sia. Tidak banyak yg gw lakukan dlm menjalani waktu yg terasa udah semakin sempit. Rasa malas ini tidak memberikan gw apa2 selain kerugian besar. Kerugian besar karena gw udah jauh tertinggal. Setelah gw baca artikel ini, gw mulai menata kembali hidup gw salah satunya dengan menghargai waktu.
Selamat membaca...

***
Allah SWT menjadikan matahari bersinar, bulan bercahaya, dan ditetapkan-Nya tempat-tempat bagi perjalanan bulan, tiada lain agar kita mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah SWT menciptakan yang sedemikian itu bukan tanpa tujuan.

Terdapat banyak hikmah di balik tanda-tanda kekuasan-Nya itu. Di antaranya agar kita menghargai waktu. Caranya adalah dengan memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin.

”Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan.” (QS Al-Baqarah: 148). Kata ‘berlomba-lombalah’ pada ayat di atas mengandung arti agar kita menggunakan waktu seoptimal mungkin. Semakin optimal menggunakan waktu, semakin banyak pula kebaikan yang kita perbuat.

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman: ”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali-Imran: 133). Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan, bersegera menuju ampunan Tuhan berarti bersegera melakukan perbuatan yang dapat menutup dosa, yaitu mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap Muslim menghargai waktu, utamanya waktu ’sekarang’, karena waktu yang selalu tersedia bagi kesempatan itu ialah ’sekarang’. ‘Sekarang’ adalah kesempatan yang terbaik.

”Apabila engkau berada pada petang hari, janganlah mengulur-ulur urusanmu sampai besok, dan apabila engkau berada di pagi hari, jangan menunda urusanmu sampai petang. Ambillah kesempatan waktu sehatmu sebelum datang sakit, dan kesempatan hidupmu sebelum matimu.” (HR Bukhari).

Dari sabda Rasulullah SAW di atas, kita dapat memahami bahwa mengulur-ulur waktu, menunda pekerjaan, dan menyia-nyiakan kesempatan sangatlah bertentangan dengan ajaran Islam. Kebiasaan mengulur waktu dan menunda kerja yang dilarang Rasulullah SAW itu jika diteruskan akan membuat umat Islam tertinggal dan lemah.

Muhammad Iqbal, seorang pujangga Muslim dari Pakistan, juga sering mengungkapkan dalam puisi-puisinya agar umat Islam bangkit dan menjauhi sikap bermalas-malasan dan tidak menghargai waktu. Karena barang siapa yang berleha-leha dan bermalas-malasan, maka dia akan ‘tergilas’.

Dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW mengumpamakan waktu seperti sebilah pedang. Pedang merupakan sesuatu yang berguna sekaligus berbahaya. Apabila kita tidak bisa menggunakannya, maka dia yang akan memotong kita. Sejenak saja kita terlena dengan membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa sesuatu yang berarti di dalamnya, berarti kita tidak menghargai umur yang dikaruniakan oleh Allah SWT.(Oleh: Ahmad Fathan Aniq)

***
( Arya Van Java )

JIWA YANG KESEPIAN


Kesepian ini lahir saat kusadari bahwa dia telah jauh pergi. Ketika air mata ini meleleh, aku berharap sesegera mungkin dapat terkikis habis kesedihan ini. Seperti air bah yang menyapu bersih semua benda disekitarnya dan kepedihankupun akan hilang diantara mereka. 

Kesepian ini selalu ada tiap sesal itu datang. Aku yang bersalah karena mengabaikan perasaanmu. Aku yang terlalu sibuk dengan waktu yang terbuang percuma. Aku yang kini terdiam dalam jiwa yang kosong.

Kesepian ini seperti cermin yang selalu menampakan wajahmu. Wajah yang telah begitu rapi menyembunyikan kesalmu selama ini. Wajah yang selalu tersenyum manis meski terkadang dengan sekuat jiwa harus menahan tangis.

Kesepian ini ialah luka yang telah kutorehkan padamu. Karma atas diamku yang menyakitimu. Akibat dari keraguanku yang membuatmu bertanya-tanya tanpa menemukan jawaban.

Kesepian ini telah mengajariku satu arti. Arti cinta yang sesungguhnya seperti matahari. Meski ketika senja beranjak harus bersembunyi tapi bukan berarti ia pergi. Ia akan datang lagi esok hari untuk menepati janji. Seperti aku yang akan menjemput hatimu kembali. 

Maukah kau membantuku mengusir kesepian ini?

Kembalilah..aku masih mencintaimu.

( Arya Van Java )

Jumat, 27 Maret 2009

MENERIMA KEHILANGAN


Dompet dan hp milik mama aku kemarin hilang. Mungkin terjatuh dijalan, bisa juga dicuri orang. Kasihan mama...selama ini mama termasuk tipe orang yang sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Mama tidak sembarangan mengeluarkan uang sepeserpun untuk hal-hal yang tidak perlu. Tapi kali ini mama harus kehilangan uang sekaligus barang yang sama sekali tidak pernah terduga sebelumnya. Betapa shocknya mama. 

Tapi kisah dibawah ini mudah-mudahan membuat kami ikhlas menerima kehilangan.

***

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan. Anak anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok, ” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank. “Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples.

Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi? Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Arya Van Java
(Filed under: Uncategorized | Tagged: dollar, kolektor, renungan)



AKU TIDAK BOLEH MENGELUH


Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari mungkin kita terlalu sering mengucapkan kata - kata: " aduh..., duh..., yahh..., uhhh..., huh..." dan sinonimnya yang lain yang mengekspresikan jiwa yang mengeluh. Jika demikian maka kita tergolong orang yang suka mengeluh.

Sekedar  perenungan saja bagi kita yang suka mengeluh, berikut ini adalah kalimat - kalimat bijak yang mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan bagi kita semua:

*****

Hari ini sebelum dirimu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Hari ini Sebelum dirimu mengeluh tentang rasa dari makananmu...
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Hari ini Sebelum dirimu mengeluh tidak punya apa-apa...
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Hari ini Sebelum dirimu mengeluh bahwa kamu buruk...
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Hari ini Sebelum dirimu mengeluh tentang suami atau istrimu...
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup...

Hari ini sebelum dirimu mengeluh tentang hidupmu...
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Hari ini Sebelum dirimu mengeluh tentang anak-anakmu...
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Hari ini Sebelum dirimu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan dan tidak punya rumah

Hari ini Sebelum dirimu mengeluh tentang jauhnya kamu telah berkendara...
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan kaki

Dan disaat dirimu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu...
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan sepertimu...

Hari ini Sebelum dirimu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,

Kita semua menjawab kepada Tuhan...

Dan ketika dirimu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !

Semoga bermanfaat.

( Sumber kajian islam )

Arya Van Java

Rabu, 25 Maret 2009

MENYOROTI KERJA KPU


Pemilu tinggal hitungan hari lagi tapi sepertinya persiapan pelasanaan pesta demokrasi rakyat bangsa ini masih belum siap. Itu terbukti dengan penemuan  DPT yang bermasalah akhir-akhir ini. Belum lagi masalah2 lain seperti distribusi logistik yang juga bermasalah termasuk surat suara yang rusak dan yang lebih nyeleneh lagi adalah tidak adanya pemungutan suara bagi masyarakat yang sedang dirawat di rumah sakit. Alasannya apa coba? Katanya terbatasnya jumlah surat suara. Ya iyalah, secara surat suara pemilu tahun ini ukurannya segede dosa para pemimpin yang haus kekuasaan. Gimana nggak BOROS. Kalo begitu berarti hak memilih bagi setiap warga negara dipecundangi dong. Sama saja demokrasi yang sudah ternoda ini makin dinodai dengan tidak dilibatkannya warga negara yang sedang dirawat di rumah sakit itu sebagai daftar pemilih. 

KPU menurut saya bukannya belum bekerja dengan baik, tapi belum maksimal. Itu dikarenakan SDM di KPU yang juga kurang memadai. Bekerja keras tapi tidak bekerja cerdas, itulah yang membuat kinerja KPU terkesan meragukan. Jangan mengelaklah..jika sudah bekerja maskimal semestinya masalah-masalah itu tidak muncul disaat PEMILU tinggal hitungan hari lagi.

Oke bos, selamat bekerja keras dan bekerja cerdas.

Minggu, 22 Maret 2009

HUJAN,VCD BOKEP, DAN PETUGAS TANTIB


Sore itu hujan rintik – rintik. Sayup- sayup terdengar lagunya Utophia yang judulnya hujan dari arah penjual vcd bajakan yang berceceran ditrotoar sepanjang jalan itu. Pas banget ama suasana sore itu yg mulai diguyur hujan. Karena takut hujan makin deras, akhirnya aku iseng mampir dulu ke tempat salah satu PKL yang menjual vcd bajakan itu. Eits, tapi bukan berarti aku mau beli vcd bajakan lohh… Bukan apa-apa sob, karena vcd player aja aku gak punya. Hiks Hiks Hiks..Rezz!

Yups,Begitu aku memunculkan batang hidungku ternyata batang yang lain juga nongol. 
“ Mas..mas..resletingnya kebuka tuh.” Kata penjual vcd sambil menunjuk kearah suneoku.
“ Hehe, tadi habis dari toilet mas” 
DWINGG! 
“ Dari toilet apa dari motel itu? “ Tanya dia lagi.
“ Hihi..mas ini bisa saja. Saya emang dari motel itu, tapi cuma numpang pipis”
“ Numpang pipis ato numpang pipis, mas?” Tanya dia lagi mulai ngeres.  Huh! Napsu banget aku pingin masukin sepatu ini kemulutnya yang full of the jigong itu.
“ Hehehe..Mas, saya punya koleksi terbaru nih. Asia juga ada. “
GUBRAKKKK! 
Beberapa keeping vcd bokep dia liatin didepan mukaku yang innocent ini.

Ckk..ckkkk..glezet..glezet….bunyi air ludah yang kutelen pelan-pelan tapi pasti. Suneopun mulai hiperaktif lagi nih. Lalu apa yang terjadi selanjutnya?

Hus! Jangan ngeres dulu ahh..jangan tuduh aku lantas membeli vcd bokep itu kemudian pulang dan menontonnya dengan pasrah. Bukan apa-apa sob, belum sempet aja tiba-tiba ada sekelompok petugas tantib yang lagi menggelar operasi PKL.

Sang penjual vcd langsung ngacirrr tuh…Nah aku yg tak berdosa ini malah digiring ke satpol pp buat menanggung jawabkan perbuatanku.
“ Pak, itu bukan dagangan saya. Saya cuma nunut ngiyup karena hujan” pembelaanku dengan semangat 45.
“ Jangan bohong kamu. Kamu juga akan saya laporkan polisi karena jualan vcd porno.!”
“ Tapi bukan saya pak..!”
“ Halahh..diam kamu. Kamu harus diproses secara hukum biar kapok”
 
Sial! Aku harus mempertanggung jawabkan suatu perbuatan yang gak aku lakuin. Aku harus cari akal supaya bisa kabur nih. Gila aja, kalo aku harus berurusan ama mereka.
TUING TUING TUING
Yaps! Aku nemu ide cemerlang…
“ Pak..kalo dilihat-lihat bapak cakep juga ya. Kumisnya manis banget..Dadanya berbulu kaya karpet arab, wahh pasti dalemnya juga deh. Jadi pingin…” acting najisku. 
“ Kamu gay?” Tanya bapak itu dengan muka pucat pasi.
“ Iya pak..saya cinta sama bapak. Ayo kita lakukan itu pak..” 
“ Sialan kamu!!! Pergi!! Pergi dari ruangan saya. Hiii…amit-amit”
“ Beneran ga mau nih pak..?”
“ Sana cepat pergi!!!”
PRAKK! Sebuah pulpen bersarang dikepalaku.
PRAKK! Menyusul sebuah buku melayang dikepalaku. 
Peluang emas nih. Yuk..Ngacirrrrr……

Akhirnya selamatlah aku dari peristiwa yang naas itu.

( Arya Van Java )


Sabtu, 21 Maret 2009

BANTAL KAPUK


Malam ini sama seperti malam-malam sebelumnya, aku tidak bisa tidur. Tiap kali kucoba memejamkan mata, saat itu pula kegelisahan itu muncul. Kegelisahan akan hidup yang tak terasa sudah hampir 29 tahun aku jalani. Tak terasa pula, sedikit demi sedikit Tuhan sudah mengurangi jatah usiaku. Kegelisahan itu semakin mendera, tiap kali kulihat yang ada disampingku hanya sebuah bantal. Bantal kapuk yang selalu setia menemaniku dan kerap mejadikan tempat kuberbagi bak seorang istri.

Seperti ada yang menusuk dada ini manakala mereka bertanya” Kapan kamu nikah?” Rasanya sesak sekali nafas ini kuhela. Bukan sekedar pertanyaan yang membutuhkan jawaban iya atau tidak, tapi itu adalah pertanyaan tersulit yang harus aku jawab.
“ Tunggu apa lagi, kamu kan sudah punya pekerjaan tetap” begitu kata mereka tanpa mereka tau bahwa bagiku bukan hanya soal pekerjaan atau materi yang kumiliki, tapi karena memang Tuhan belum memberikan aku petunjuk untuk dapat menemukan sebuah tulang rusuk yang terpisah dari ragaku.

Lamunan membawaku mengusik masa lalu. Aku baru menyadari bahwa ternyata telah begitu banyak cinta yang terlewatkan dengan sia-sia. Cinta yang tidak pernah aku sadari bahwa itu anugerah. Kini aku telah kehilangan semua itu. Sesuatu yang berharga yang sejatinya adalah satu penunjuk arah untuk dapat kuraih jalan bahagia. Bahagia dalam sebuah institusi keluarga bersamanya.

Perempuan itu bernama Ratri. Pohon kasih yang ia tanam dan tumbuh subur hingga berbuah cinta yang begitu ranumnya, tak dapat membuka mata hatiku yang masih diselimuti kebodohan. Bahkan aku datang laksana badai yang memporak porandakan tanaman itu. Pohon-pohon itu kini telah mati, dan tanah yang subur itu berubah seperti kota mati. Tak ada lagi kehidupan disana, hanyalah aku yang masih terus mencari.

Ratri teryata masih mampu berdiri dan perlahan menanam kembali benih tanaman yang hampir mati dilahan yang baru. Meski tak sesubur sebelumnya, tapi tanaman-tanaman itu terus bertahan hidup hingga bertunas lagi. Seorang laki-laki yang kini menjadi suaminya, sesungguhnya hanyalah raga yang kupinjam untuk menyembunyikan jiwa ini agar tetap bersamanya meski tak terpeluk.

“Apakah Tuhan hanya menciptakan satu Ratri didunia ini?” tanyaku dalam hati. Jika iya maka Ratri adalah sebuah mimpi yang tak kan pernah terwujud. Tapi jika tidak, dimanakah Tuhan sembunyikan Ratri yang lain? Kemanakah harus aku mencari?

Apatisku dalam sesalku ketika belum ada setitis harapan yang terbentang dihadapanku. Ketika yang kujumpai hanya sebuah jalan panjang yang melelahkan. Tapi Ratri yang lain tak jua muncul. Yang ada hanya Ratri yang melambaikan tangannya seraya mengucapkan selamat tinggal. Ratri sang permaisuri yang pergi bersama sang raja dengan kereta kencana. Dan disini aku tertinggal diantara Lumpur-lumpur yang mengering.

“ Kenapa kau tega lakukan itu,?” rasanya pertanyaan itu tidak pantas aku ucapkan padanya, karena dulu sejuta pertanyaan itu telah lelah ia tanyakan dan semauanya terabaikan olehku. Aku memang telah begitu tega mencampakan Ratri. Membuatnya terbang kelangit , tapi aku pula yang membuatnya terjatuh. 

Ratri yang tersakiti, Ratri yang telah menghapus jejaknya bersamaku kini telah bahagia bersama pemuja cinta sejatinya. Mereka kini tak lagi berdua, ada seorang pangeran kecil diantara mereka. Buah hati dari sebuah ikatan suci.
Sedangkan aku, masih berdiri disudut kamar ini. Bersama bantal kapuk yang kuberi nama Ratri yang tak henti kusetubuhi dengan jiwaku yang merindunya.

Bantal kapuk itu atas nama Ratri.. Dalam hatinya aku tinggal. Meskipun yang kutempati hanyalah sebuah sudut yang teramat sempit.

Bandung,1 maret 2009

Arya Van Java

CALEG SI MULUT BESAR


Pemandangan yang sangat tidak enak dilihat gampang sekali kita dapatkan dipinggir-pinggir jalan, khususnya ditempat-tempat yang strategis. Poster beragam ukuran memampang wajah caleg yang akan maju ke pemilu legislatif. 

Kenapa saya bilang tidak enak?

Karena semuanya hanya menebar janji dan tidak ada yang unjuk prestasi. Kalau sekedar janji2 semua orang juga bisa melakukannya.  Semestinya para caleg itu tidak usah banyak omong, tapi tumbuhkan kepercayaan masyarakat, buka mata dan hati masyarakat  untuk bisa melihat serta merasakan apa yang sudah mereka perbuat untuk masyarakat disekitarnya. Lakukan sesuatu yg bernilai bagi masyarakat itu tidak hanya menjelang pemilu karena menjadi anggota dewan itu juga tidak bisa seenaknya dengan cara super instant begitu. Masyarakat akan lebih simpatik dan menghargai ketulusan anda membantu mereka dan niscaya nama anda akan selalu dikenang dan jaminan anda menangpun sangat terbuka lebar. Jangan mendadak baik. Masyarakat juga tidak sebodoh yang anda kira.

Jadi bagi anda para caleg yang terhormat, jika anda belum melakukan seperti yang saya uraikan diatas, waspadalah untuk mengalami kerugian yang hebat.

( Arya Van Java )

Kamis, 19 Maret 2009

KEBAHAGIAAN SEDERHANA

Hari ini tidak banyak kisah yang aku simpulkan. Semuanya berjalan seperti biasanya saja. Tapi sebuah kebahagaiaan sederhana aku rasakan hari ini. Seketika aku rasakan kebahagiaan itu saat kuterima sebuah sms darinya. Sms yang kupikir tidak akan pernah lagi bersarang di hand phone ku ini. Iya, meski hanya sebuah permintaan maaf tapi itu sudah cukup membuatku menemukan kepercayaan diriku untuk melanjutkan harapanku. Harapan agar suatu saat dia bisa kembali dalam pelukanku.

( Arya Van Java  )

Rabu, 18 Maret 2009

PEMILU MELAHIRKAN PREMAN BARU


Betapa tidak memalukan sekaligus memilukan, iklim demokrasi di bangsa ini yang konon diacungi jempol diluar negeri karena proses demokrasinya yang sangat demokratis, ternyata banyak melahirakan preman-preman baru yang sadis. Kenapa bisa begitu?

Jawabnya cuma satu, BODOH!

Hanya orang bodoh yang mau dijajah begitu saja oleh politik. Hanya orang bodoh yang mau sok jadi super hero gara-gara politik. Hanya orang bodoh yang mau merusak, menghancurkan, melukai, bahkan membunuh karena politik.

Politik bisa memecah belah persaudaraan. Itu kenyataan. Pendukung parpol bisa saling mencaci maki, bahkan bertindak anarkis. Inilah dampak negatif dari pesta demokrasi yang dianut bangsa ini. Sistem multi partai yang tidak membuat bangsa ini menjadi lebih baik, tapi malah semakin ngawur. Apalah arti sila ke-3 Pancasila kalau terus-terusan begini.

PERSATUAN INDONESIA

Hanya tinggal kenangan. ...

Karena itu perlu sebuah UU yang tegas bagi pelaksaan Pemilu di Indonesia. Bagi semua Parpol yang tidak mendapat suara diatas 10% BUBARKAN! Itu artinya rakyat tidak suka. TIDAK PUNYA MUKA kalo masih ngotot dan pingin eksis. HUUUU..

Selanjutnya tidak perlu ada koalisi. Itu hanya bagi2 kekuasaan saja bagi segelintir manusia yang haus kekuasaan. Kalau mau koalisi, kenapa tidak melebur jadi satu Parpol saja. Toh pada akhirnya katanya tujuannnya sama MENYEJAHTERAKAN RAKYAT, MEMBANGUN INDONESIA KEARAH YANG LEBIH BAIK. Kalo semakin kuat persatuan, bukannya apapun beban yang dipikul bangsa ini menjadi lebih ringan untuk dihadapi. Oke..Bos???

Pada intinya saya cuma mau menyampaikan bahwa, TIDAK ADA GUNANYA KITA TERBAWA EMOSI DITENGAH DEMOKRASI YANG BEGINIAN. ITU HAL YANG SANGAT BODOH DAN MENJIJIKAN.

PISS..CUY..

Senin, 16 Maret 2009

CERPEN" WAJAH DIBALIK PUISI "


Aku adalah sebentuk hati yang terbiasa mengerti,
Sebentuk hati yang kadang tersakiti,
Aku adalah sebentuk hati yang terbiasa memahami,
Sebentuk hati yang akan membawa sang pemimpi,
Menemukan cinta sejati..


Puisi romantis berjudul sebentuk hati itu,aku temukan didalam buku Cerita cinta karya Dewa Amor yang aku beli tempo hari. Seketika itu juga aku langsung meloncat-loncat kegirangan tanpa memperdulikan reaksi orang-orang disekelilingku.
“ Ataya, kamu habis nongkrong dibawah pohon tua itu ya, makanya jadi kesurupan gitu?” tanya Rida ngeledek
“ Iya, dan jin itu nitip salam buat kamu. Uhh..Dasar, kebanyakan nonton film horror sih.” Kataku enek.
“ Yee biarin. Lagian ngapain sih kamu pakai jejingkrakan kaya gitu segala?”
“ Wahai Rida Binti Mustapa sahabatku belahan jiwaku, dengerin baik-baik ya..Sahabat kamu yang paling seksi, lucu, imut, cantik dan menarik ini, bakalan ketemu ama Dewa Amor……Liat nih, aku mendapatkan puisi sebentuk hati ini didalam buku Cerita Cintanya Dewa amor. Itu artinya aku punya kesempatan kejakarta buat dinner ama dia. “ 
“ Udah? Cuma gitu aja? Hhhh..LEBAY!! Inget , sesuatu yang berlebihan itu bisa unhappy ending ” kata Rida lagi sambil berlalu begitu saja.
Dasar Rida! Dia tuh emang anti banget buat baca-baca buku Dewa amor. Katanya sih dia udah kapok bermain cinta, dan nggak bakalan lagi kenal ama yang namanya cinta. Makanya dia suka sewot kalau aku sudah mulai ngomongin hal-hal yang berbau cinta, termasuk saat aku ngedapetin undian buat ketemu ama Dewa amor sang pujangga cinta pujaanku itu.

 Dewa Amor adalah seorang penulis terkenal. Karya-karyanya selalu menjadi best seller dari mulai puisi, cerpen sampai novel yang semuanya beraliran romantis dan selalu menghayutkan perasaan siapapun yang membaca tulisannya itu. Rasanya seperti terbawa dalam imaginasi cinta Dewa Amor.
Tidak terkecuali aku. Sampai sekarang entah sudah berapa banyak karya Dewa Amor yang aku miliki. Mungkin sudah mencapai angka ratusan. Sepertinya kamarku sudah berubah menjadi perpustakaan saja.

Pagi itu aku harus berangkat kejakarta. Tempat pertama yang akan aku tuju adalah kantor penerbit buku Cerita Cinta sebagai penyelenggara sayembara puisi cinta sebentuk hati itu. Perjalanan yang aku tempuh hampir sepuluh jam memang terasa sangat melelahkan, tapi rasa lelah itu seketika lenyap tiap kali aku sadar akan bertemu dengan idolaku. Rasa penasaran yang menggelayut terus dibenakku, tak henti-hentinya membuat jantungku kian berdegup kencang. Aku benar-benar sangat beruntung. Betapa tidak, dari ribuan buku Cerita Cinta yang beredar, hanya ada satu kupon yang bertuliskan puisi sebentuk hati dan kupon itu ternyata milikku. Thanks God.

Waktu sudah menunjukan jam 7 malam. Setelah make over disalon, aku bergegas menuju sebuah café dimana aku akan bertemu dan menikmati makan malam bersama Dewa Amor. Aku benar-benar sudah tidak sabar menanti saat-saat pertemuanku dengan penulis idolaku itu. Dag Dig Dug..Dag Dig Dug..Rasanya jantungku kian berdetak begitu cepat.
“ Malam..” tiba-tiba seorang laki-laki memanggilku dari arah belakang. Lalu duduk dihadapanku dan menyapaku hangat.
“ Dewa amor” ia menyebut namanya seraya mengajak aku bersalaman.
“ A..a..Ataya.” jawabku gugup.
“ Kamu nampak gugup. Santai saja..Ataya.” kemudian ia mengajakku ngobrol sambil menikmati suasana malam dicafe yang bernuansa romantis itu.

Wajah langit dimalam itu nampak merona berkilauan dipenuhi cahaya bintang. Sesekali aku mencuri-curi pandang kearahnya. Gilaaa…sosok yang aku puja-puja selama ini ternyata sangat tampan dan karismatik. Aku seperti mimpi berada disampingnya. Berkali-kali aku cubit tanganku sendiri namun masih terasa sakit, berarti ini bukan mimpi.

Kau tahu..
Ada banyak bintang dilangit
Yang telah bosan mendengar ceritaku

Kepadanya aku berbagi
Tentang hati ini
Tentang perasaan ini
Padamu..

Kau tahu..
Apa kata mereka?
Mereka bilang,
Aku mencintai orang yang tepat
Dan berjanji kan menyampaikan
Sejuta salamku padamu

Smoga kau terima
Dan lalu kau tahu
Bahwa disalah satu sudut dunia ini
Ada aku yang mencintaimu

Maukah kau jadi belahan jiwaku?


 “ Sepertinya aku belum pernah membaca puisi itu.” Kataku mengomentari puisi yang baru ia lafaskan.
“ Aku juga membuatnya satu menit yang lalu kok. Special buat kamu”
“ Hah? Buat aku?”
So sweet…dan akupun tak bisa berkata-kata lagi. Aku hanya bisa merasakan getaran-getaran dalam puisi itu yang terus menerus menggerogoti hati yang sudah terlanjur terbuai dengan kalimat-kalimat cintanya itu.

 Tidak terasa malam semakin larut. Langit malam yang begitu cantik, juga sudah kelihatan lesu karena bintang-bintang satu persatu beranjak bersembunyi dalam peraduan mereka masing-masing. Malam yang aku lewatkan bersama Dewa Amorpun harus segera diakhiri.
“ Ataya, asal kamu tahu.. dulu aku pernah berjanji pada diriku sendiri bahwa setelah aku menemukan wanita yang membaca puisi berjudul sebentuk hati itu, aku akan berhenti menulis cerita cinta diatas kertas. Tapi aku akan mencoba menulisnya melalui media lain, yaitu hati. Hati wanita itu.”
“ Maksud kamu? Kamu akan berhenti menjadi penulis?” tanyaku sedikit tidak mengerti.
Ia menganggukan kepala sambil tersenyum kemudian menatapku begitu dalam. Duhhhh….aku tidak kuat menatapnya.

*****
 Perjalanan sang waktu terasa begitu cepat. Hingga tanpa aku sadari sudah hampir empat bulan janji suci perkawinan itu telah mengikat kami. Iya, aku telah resmi menjadi istri penulis pujaanku. 
“ Wahh, seneng ya jadi kamu. Punya suami seorang penulis cerita-cerita cinta romantis. Pasti hari-hari kamu terasa begitu indah, soalnya selalu dihiasi dengan kata-kata cinta. Duhhh…bahagianya.” 
Kata-kata yang dilontarkan salah satu sahabatku tadi, sebenarnya sangat menohok hati. Karena kenyataan yang aku rasakan justru sebaliknya. Dewa Amor yang dulu selalu bisa meluluh lantahkan hatiku dengan tulisan-tulisan cintanya itu, ternyata bukan Dewa Amor yang harus aku hadapi sekarang. Jika aku dapat meminta, aku hanya ingin hidup bersama Dewa amor dalam imajinasinya saja, bukan untuk kehidupan nyata. Karena sesungguhnya Dewa Amor tidak hidup dikehidupan nyata.

 Untaian kata-kata manis yang kerap membius siapapun pembaca karya cintanya, sama sekali menjadi sesuatu yang asing bagiku. Bahkan aku sudah kehilangan sosok Dewa Amor. 
“ Kamu itu istri Bagus Sadewa, bukan Dewa amor. Dewa amor hanya ada dalam imajinasi. Coba pikir secara realistis, mana ada sih orang yang sesempurna itu memperlakukan cinta. Karena hidup tidak hanya berkutat pada satu sisi. Cinta, cinta, cinta dan cintaaa…itu fiktif. Bahkan aku muak dengan yang namanya cinta!!!” 
Itu bukan kali pertama aku mendengar ia berkata kasar. Ini sudah kesekian kalinya aku merasakan jari-jari tangan yang dulu selalu ia gunakan untuk menulis kata-kata cinta, berlabuh dipipiku dengan hantamannya yang begitu tajam dan memedihkan. Iya, Dewa Amor itu bukan itu Dewa cinta, tapi mungkin malikat pencabut nyawa.

 
Kuharap
Itu adalah air mata terakhirmu.
Aku bersumpah atas nama cinta,
Tidak akan membiarkan airmata itu mengalir
Biarpun setetes



Aku menemukan puisi itu diantara tumpukan-tumpukan piring yang tergeletak dimeja dapur. “Aneh…kenapa bisa ada puisi disini?” tanyaku dalam hati.
Entah mengapa begitu membaca puisi itu, seakan-akan aku merasakan kehadiran kembali sosok Dewa Amor yang kurindukan. Tapi mungkinkah ia sudah kembali menyatu dengan ruhnya sebagai Dewa Cinta? Apakah pertengkaran kami semalam telah membuat ia terjaga dari kesalahannya?

 Aku melihat wajah suamiku begitu dingin. Tak ada sedikitpun kata yang terucap. Ia berlalu begitu saja. Keyakinanku bahwa dia telah kembali menjelma menjadi Dewa Amorpun diliputi keraguan. Lantas, siapa penulis puisi misterius itu sebenarnya???
Teka-teki yang harus aku pecahkan. 
Pikiranku seketika tertuju pada seorang laki-laki yang selama ini menjadi bagian dari keluarga kami. 

 Namanya Kang Apit. Kondisi fisiknya yang beda dengan orang lain ( kerdil ), membuat ia menjadi sangat tertutup. Makanya ketika aku ingin mengorek keterangan tentang Dewa amor atau Bagus Sadewa yang sekarang menjadi suamiku juga kerap menemui hambatan. Itu disebabkan karena ia selalu mengurung diri dikamar dan tidak pernah mau berkomunikasi dengan siapapun.
TOK TOK TOK….!!
Aku beranikan diri untuk mengetuk pintu kamarnya.
TOK TOK TOk….!!
Hingga berkali-kali tak juga ada jawaban. Yang terdengar hanyalah suara musik klasik dari dalam kamar itu. Kali ini aku gagal menemuinya.

 Satu persatu buku karya Dewa amor aku baca kembali. Sampai pada satu cerita cinta tentang sepasang rusa. Mereka saling mencintai dan berjanji untuk selalu bersama apapun yang terjadi. Hingga pada suatu hari, mereka harus berlari sekuat tenaga untuk menghindari serangan seekor singa lapar yang hendak memangsa mereka. Tapi ditengah pelariannya, tiba-tiba Sang rusa jantan terluka karena sebutir peluru yang bersarang didanya. Sang rusa jantanpun meminta kepada rusa betina untuk terus berlari dan jangan menghiraukan ia yang sedang terluka parah. Tapi sang rusa betina tak mau beranjak, hingga akhirnya seekor singa yang sedang kelaparan itu menerkamnya dari belakang dan memangsa keduanya hingga tinggal tulang yang tersisa.
“ Ataya…..!!!!!!” belum sempat aku menghapus air mata yang meleleh dipipiku karena cerita sepasang rusa yang baru aku baca, Bagus sudah berada didepanku.
“ Jadi ini pekerjaan kamu sebagai istri?! Cuma membaca, membaca,dan membaca terus….!!! Lama-lama aku jadi muak dengan buku-buku ini. Biar aku bakar saja!!”
“ Jangan..Aku mohon jangan Gus. Itu kan karya-karya kamu sendiri..”
“ Siapa bilang ini karya-karyaku?”
“ Apa kamu bilang tadi??”tanyaku heran.
“ A..e..a..e..Hahh..sudahlah, aku malas berantem denganmu!!”jawabnya gugup.
Bagus pergi begitu saja menyisakan sejuta pertanyaan besar dalam benakku.

 Hari ini adalah hari ulang tahun Dewa amor atau Bagus Sadewa suamiku. Dulu sebelum aku masuk begitu dekat dalam kehidupannya, aku selalu melakukan ritual bangun jam 12 malam, menyalakan lilin, dan mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Tapi kali ini aku akan mengucapkan selamat ulang tahun untuk seorang penulis pujaan sekaligus suamiku secara langsung. Sebuah kue kecil, sudah aku siapkan. Sebuah kata-kata manis yang aku adopsi dari salah satu buku kumpulan puisi karyanya, juga sudah aku hafalkan diluar kepala. Kejutan kecil itu mudah-mudahan dapat mengembalikannya.

 Tapi hingga lilin diatas kue itu hampir habis meleleh, Bagus tak muncul-muncul juga. Karena terlalu lama menunggu, tak terasa akupun tertidur disofa.

Terima kasih atas cinta
Sejatinya ia nampak nyata
Tapi tak dapat kurengkuh
Kurasa dekat
Tapi tak dapat kutangkap
Apalagi kupeluk
Karena aku hanyalah seorang
Pemimpi sejati.


Ini kedua kalinya aku menemukan puisi misterius. Begitu selesai aku baca dan pikiranku tengah berputar-putar dalam teka-teki itu, tiba-tiba…
BRAKKK…!!!!
Aku mendengar seperti ada sesuatu yang terjatuh. Pikirku pasti Bagus yang pulang dalam kondisi mabuk. Akupun bergegas keluar sebelum ia berteriak-teriak memanggilku. Tapi ternyata diluar tidak ada siapa-siapa.
KRIIIIING…..
Bergegas aku angkat telpon.
“ Iya Halo..”
“ Maaf, bisa bicara dengan Dewa Amor? Tanya seorang penelpon diujung sana.
“ Dia lagi tidak ada dirumah” jawabku.
“ Anda siapa?” kembali penelpon itu bertanya.
“ Saya istrinya”jawabku singkat.
“ Saya dari penerbit harapan, tolong sampaikan saja pesan saya, kalau hari ini batas terakhir pengiriman naskah novelnya. Kami tunggu.Terima kasih..”
Selama aku hidup bersama Dewa Amor, tak pernah sekalipun aku melihat dia didepan computer atau sekedar menulis diatas kertas tentang puisi-puisi cinta, dan cerita-cerita cintanya. Atau memang dia tidak pernah melakukan itu dirumah? Aneh…

 Sudah jam tujuh pagi, tapi Bagus belum juga pulang. Berkali-kali aku melihat keujung jalan, tapi ia tak muncul juga. Seorang lelaki yang memiliki kelainan fisik seperti kang Apit tiba-tiba menghampiriku.
“ Permisi, izinkan saya bertemu Apit. Sudah cukup selama ini kalian memeras dan memenjarakannnya. Saya akan mengajaknya kembali menyapa dunia luar. Dunia yang nyata yang memberi dia kehidupan sesungguhnya” Aku mengantarkannya menemui Kang Apit. Sepanjang langkahku terus mencar-cari arti dari apa yang ia katakana itu. Aku semakin tidak mengerti. 
Berkali-kali kuketok pintu kamarnya tapi tak kunjung ada jawaban, akhirnya aku putuskan mendobrak pintu itu.
“ Kang Apit?!!!” serentak kami berteriak histeris melihat keadaan Kang Apit yang sudah memutih pucat tergeletak diatas lantai. Disekelilingnya nampak kertas-kertas berserakan. Kertas-kertas yang semuanya bertuliskan puisi-puisi dan cerita-cerita cinta.

 Kini terjawab sudah teka-teki itu. Dewa Amor yang aku impikan selama ini ternyata adalah sosok pria kerdil yang bernama Kang Apit itu. Dan Bagus Sadewa itu bukanlah siapa-siapa. Dia hanya mengatas namakan dirinya Dewa Amor serta selalu memeras dan berusaha menyembunyikan Dewa Amor yang asli demi mendapatkan uang dan popularitas. Puisi sebentuk hati itu ternyata hanya sebuah puisi yang tidak berarti apa-apa selain hanya untuk mendongkrak penjualan buku cerita cinta itu demi kepentingan pribadi. Benar-benar licik!

 Sekujur tubuhku lemas seketika, hela nafasku terasa begitu sesak. Air mataku mengalir melebihi air hujan. Kesedihan juga kepedihanku, menjadi bongkahan karang yang tak mungkin dapat terkikis. Aku hanya bisa menatap tubuh mungil yang sudah tidak bernyawa itu. Dewa Amor sang pujangga cinta itu tersenyum dalam keabadian.

Jika jari jemari tak mampu lagi menuntunku kini,
Menuliskan kata demi kata yang dinginkan oleh hati,
Maka Dewa Amorpun telah pergi,
Pergi bersama sejuta imajinasi,
Tentang cinta suci,
Yang tak pernah dapat ia miliki,
Hingga terlelap dalam kematian sejati.

   
  Bandung, 29 Januari 2009
  Arya Van Java
 

Minggu, 15 Maret 2009

KAMPANYE PARPOL VS TOLOL

16 maret mulai kampanye terbuka bagi 38 parpol peserta pemilu 2009. gue sih muak liat cermin demokrasi dinegara ini. Liat aja, semuanya mengklaim paling pro rakyat. Kalo emang semuanya pro rakyat, kenapa pada ngga bersatu aja sama2 cari solusi yang tepat bagi kemajuan bangsa ini diberbagai sektor? kenapa seakan-akan rakyat yang jadi tameng bagi kepentingan politik semata? Tanya pada diri kalian, JABATAN kan yang kalian incar?? KEKUASAAN kan yang kalian inginkan? Jika tidak, ayolah bersatu menciptakan sebuah demokrasi yang tidak keblinger. Dalih kebebasan demokrasi, tapi MANDUL. Ujung2nya juga koalisi. BeuHHH! Basi!! Ngapain atuh bikin2 partai. 

MIKIR dong, rakyat tuh malah pusing. Milih wakil rakyat yang mereka nggak kenal, udah gitu kertas suara segitu lebarnya kaya lapangan futsal, banyak yang rusak. Jutaan Njir! Gila...pemborosan itu namanya. Ngapain sih ngga dibikin simple aja. Ribet amat banyak2 partai, pemilihan secara langsung juga hasilnya sama aja. Indonesia mana atuh prestasinya?? Budaya aja banyak dibajak. Kemana aja Lu? Ngapain aja lu? Tidur di senayan?

Gue sih 100% ngga percaya ma yang namanya politik. Sumpah, isinya mafia2 kerah putih doang. Apalagi siapa aja sekarang bisa jadi caleg. TOLOL. Tong kosong nyaring bunyinya. Bisa apa Lu?Mau jadi apa negara ini? kalo masih mempertahankan tradisi demokrasi yang keblinger ini. Mau pamer ma negara lain kalo demokrasi kita paling hebat? Tapi buktinya mana? Yang penting isinya, bukan covernya Bos!!

Sorry Bos, kalo anda tidak merasa begitu jangan marah..PISS!

Tanggal 9 april, mau NYONTRENG? Maybe YES, maybe NO.

Udah ah, cape...

Jumat, 20 Februari 2009

ES KRIM GORENG


Asli..lu harus nyobain deh. Gw dah nyoba ternyata Maknyuzzz hehe..

Bahan2nya neh..
- Es krim rasa vanilla 2 scoop, siap pakai ( eits jgn pake scoop pasir ya..)
- Roti tawar 2 lembar
- Putih telur 1 butir
- Tepung tempura 50 gram, siap pakai
- Minyak goreng secukupnya aja
Pelengkap (saus):
- Gula pasir 1/2 sendok makan
- Krim kental 2 sendok makan
- Strawberry segar secukupnya, untuk hiasan aja kok.

Cara  bikinnya..
1. Bungkus es krim dengan roti tawar hingga seluruh
permukaannya tertutup, lalu simpan dalam freezer
hingga benar-benar membeku (1 malam aja ya..kasian takut mati kedinginan )
2. Celupkan roti tawar beku dalam putih telur, lalu
gulingkan dalam tepung tempura dan goreng dalam minyak
panas hingga kecokelatan, tiriskan.
3. Saus: panaskan gula pasir hingga leleh dan warnanya
agak kecokelatan, lalu masukkan krim kental, masak
hingga mendidih, angkat.
4. Sajikan es krim goreng bersama sausnya, boleh
ditaburi choco chip, kacang remuk, mesis dll.

Perhatian-perhatian..!

Ada 2 cara melapisi es krim dengan roti :

1, roti tawar hrs lembek/layu
2. Roti tawar digilas ama rolling pin hingga agak
tipis lalu letakkan 1 scoops kecil es krim di
tengahnya, bungkus (boleh pake 2 roti)

Coba deh...emmm..yummy...

Kamis, 19 Februari 2009

CARA AMAN MEMILIH " PASSWORD "

Berpikirlah dua kali sebelum memilih password untuk e-mail, rekening bank online, atau tiket pesawat, dll. Password yang tak memperlihatkan bayangan apa-apa atau perbedaan merupakan umpan yang menarik bagi pembajak informasi. 

Sebuah pengkajian baru AS menyatakan seperti dilaporkan AFP, analisis statistik atas 28.000 password yang belum lama ini dicuri dari sebuah laman internet terkenal AS dan dimuat diinternet mengungkapkan bahwa orang sering menganggap password sebagai suatu hal yang kurang penting. 

Robert Graham dari dari perusahaan keamanan komputer Errata Security, yang menganalisis dan menerbitkan berbagai kesimpulan, memberikan nasehat kepada para pengguna komputer demi memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap penerobosan dilokamaya, menganjurkan agar para pengguna komputer memilih password yang lebih panjang dari delapan karakter atau huruf, dengan satu huruf besar dan atau simbol.

( PR/19/02/2009)

Rabu, 18 Februari 2009

TEKHNIK BERNYANYI


Kalau kita ingin cepat bisa bernyanyi dengan baik dan benar, kita harus sering berlatih vocal, cobalah bernyanyi disetiap ada kesempatan, dan jangan lupa mintalah masukan, kritik, saran dari teman atau guru vocal kita. Semua masukan ,kritik dan saran adalah obat yang paling ampuh untuk meperbaiki vocal kita, jangn pernah alergi, takut, apalagi marah dengan kritik, saran dari orang lain. Cara lain, bisa juga dengan merekam suara kita ketika sedang menyanyi, lalu putar ulang dan simak dengan teliti dimana kelebihan dan kelemahan vocal kita, diskusikan dengan teman atau guru vocal kita. Itulah cara yang paling ampuh untuk mengetahui kemampuan menyanyi kita, tanpa ada rasa sakit hati.

Berdasarkan pengalaman, kelemahan yang paling banyak dilakukan oleh penyanyi pemula adalah, suara yang tipis/nyempreng, artikulasi yang tidak jelas, dan tempo yang tidak menentu, kapan mulai masuk, kapan berhenti. Kalau kita lihat sebenarnya manusia mempunyai tiga sifat musical :

1. MUSICAL ABSOLUTE, orang yang memiliki kecerdasan luar biasa dalam bidang musik, tidak memerlukan waktu lama untuk belajar musik, dan memiliki feeling yang kuat dan berbakat.
2. MUSICAL , orang yang sedang-sedang saja, memiliki rasa musical tapi tidak menonjol, bisa menguasai lagu, tetapi memerlukan waktu yang cukup untuk belajar terlebih dahulu.
3. A MUSICAL, orang seperti ini yang susah untuk bisa secara normal menguasai lagu, karena bakat yang dimilikinya sangat kurang, bahkan tidak ada, dia hanya bermodalkan keberanian. Orang seperti ini akan sangat lama/susah dalam mempelajari materi music. Mungkin bisa berhasil,tapi dalam tempo yang lama, usaha yang keras, dan disiplin yang tinggi.

10 TIPS UNTUK SUARA YANG SEHAT

Beberapa orang meluangkan berjam-jam waktunya berolahraga untuk menjaga kesehatan badannya, tetapi bagaimana caranya menjaga suara agar tetap sehat? Saya sependapat dengan Norman Hogikyan yang mengatakan “Suaramu adalah duta besar untuk dunia luar. Yang mencerminkan kepribadian dan emosimu. Dan banyak orang menentukan nilai dirimu dari suaramu. Jadi sangat penting untuk berpikir tentang apa yang orang-orang dengar saat kita berbicara atau bernyanyi. Problem pada suara bisa menjadi masalah yang pelik dikehidupan kita.”.

Berikut ini adalah 10 tips untuk suara yang sehat yang diberikan oleh Norman Hogikyan.
Banyak minum air, hindari alkohol dan kafein

Pita suara kita bergetar dengan kecepatan tinggi, dan banyak minum membuat pita suara tetap basah. Makanan yang memiliki kadar air yang tinggi juga baik, seperti apel, pir, semangka, melon, anggur, dan sebagainya.
Lakukan istirahat berbicara beberapa kali setiap hari terutapa jika telah dipergunakan secara ekstensif

Misalnya guru sebaiknya menghindari atau mengurangi berbicara diantara waktu mengajar.
Jangan merokok

Jika Anda merokok, segera berhenti. Merokok sangat meningkatkan resiko kanker organ pernafasan. Termasuk menghirup asap dapat menyebabkan iritasi pita suara.
Jangan menyalahgunakan suaramu

Hindari berteriak, juga berbicara keras di ruangan yang ribut. Suara serak merupakan pertanda pita suara mengalami iritasi.
Biarkan otot leher dan tenggorokanmu rileks meskipun sedang menyanyi nada tinggi atau rendah

Beberapa penyanyi mengangkat kepala ketika menyanyikan nada tinggi dan menunduk jika menyanyi nada rendah untuk menghindari tegangan yang berlebih pada otot. Jika terjadi tegangan berlebih untuk waktu yang lama bisa menyebabkan turunnya jangkauan nada suara.
Perhatikan caramu berbicara setiap hari

Sekalipun orang yang memiliki kebiasaan menyanyi yang baik bisa mengalami luka saat berbicara, karena banyak penyanyi yang tidak memperhatikan cara berbicara, apakah menyebabkan iritasi pita suara atau tidak.
Jangan batuk terlalu sering

Ketika kita batuk (bukan sakit batuk, tapi aktivitas batuk), itu sama seperti melakukan tegangan pada semua otot pernafasan dan pita suara sekaligus. Melakukan batuk terlalu sering bisa melukai otot tersebut dan menyebabkan suara serak. Cobalah untuk minum air untuk mengurangi rasa gatal di tenggorokan. Jika batuk tidak bisa ditahan, cobalah hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ketika sakit, hemat suaramu

Jangan banyak berbicara saat Anda bersuara serak karena demam atau infeksi. Perhatikan suaramu.
Ketika berbicara kepada kelompok besar diluar gedung pertimbangkan penggunaan pengeras suara

Berbicara keras tanpa pengeras suara bisa menyebabkan ketegangan berlebihan pada otot suara. Jadi lebih baik pergunakan pengeras suara.
Lembabkan udara rumah dan ruang kerjamu

Kelembaban udara baik untuk suaramu.

Lebih jauh dari itu, pemanasan suara tidak hanya bagus untuk penyanyi tapi juga untuk semua orang. Cobalah lakukan pemanasan dan melemaskan suara sebelum beraktivitas setiap hari. Berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk melakukannya:
Lakukan senam mulut dan lidah dipagi hari untuk pernafasan dan sirkulasi udara yang lebih baik. Bisa dilakukan di kamar mandi atau saat dalam perjalanan ke tempat kerja.
Lakukan humming atau cooing untuk pemanasan suara dipagi hari.
Jika hendak melakukan aktivitas suara yang kompleks ataupun pemanasan teknik bernyanyi yang kompleks, lakukan pemanasan yang sederhana terlebih dahulu.
Ulangi pemanasan beberapa kali dalam sehari untuk menghindari ketegangan otot leher, bahu, dan rahang.
Saat selesai aktivitas, lakukan pendinginan dengan cara yang serupa dengan pemanasan.

MENYANYI ADALAH PEKERJAAN HATI

Di alam yang modern ini, banyak orang yang sudah jenuh, lelah, pusing dengan pekerjaannya, mereka banyak yang mencari pelampiasan untuk sekedar refreshing, menyegarkan kembali otak meraka yang lelah. Salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan itu adalah MENYANYI, baik di karaoke, live music, atau hanya menjadi penikmat setia di Pub/Café. Sebenarnya menyanyi bukanlah pekerjaan yang susah, tetapi banyak orang yang takut/miris duluan ketika mereka disuruh nyanyi, atau sebaliknya ada orang yang terlalu percaya diri (over convidence) dengan suara yang pas-pasan, dia berani nyanyi di depan umum.

Dua permasalahan tersebut di atas sebenarnya bisa diatasi dan saling mengisi satu sama lain apa kekurangan/kelemahannya. Misalnya, yang tekut menyanyi tumbuhkan rasa percaya diri bahwa dia mampu menyanyi seperti orang lain, yang sudah percaya diri, tinggal mengarahkan cara/teknik menyanyi yang baik dan benar, sehingga dia bisa mengontrol suaranya dengan benar. Bagi orang awam cukup mempunyai dua unsur tadi untuk bisa tampil bagus di muka umum, yang pertama harus punya keberanian untuk mengeluarkan suara semaksimal mungkin, yang ke dua tumbuhkan rasa keberanian, percaya diri yang kuat bahwa kita mampu menyanyi. 


Kalau dua unsur tadi sudah dimiliki, maka berlanjut kepada unsur berikutnya yang lebih penting, yaitu mencoba menyanyi dengan TEKNIK VOCAL yang baik dan benar. TEKNIK VOCAL adalah sebuah cara/usaha untuk memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar akan terasa merdu, jelas, dan enak didengar. Memang akan terasa sangat susah kalau menyanyi menggunakan Teknik Vocal, tetapi kalau kita sudah terbiasa akan sangat membatu kita, sehingga kita tidak mudah lelah, cape, jenuh, dan serak, karena kita menggunakan teknik vocal yang benar. Dalam teknik vocal kita diajari cara menyanyi yang benar, mulai dari cara pernafasan, artikulasi, diksi, ekspresi, penampilan, materi vocal, improvisasi, pherasering, vibrasi, dsb. Kalau semua itu sudah dimiliki barulah kita bisa menyanyi dengan hati/ perasaan. Banyak orang menyanyi tapi terasa hampa/kosong , kurang gereget. 


Setiap kita menyanyi, kita harus memberi RUH disetiap kata dan tarikan nafas kita, buatlah audiens terkesima, dan terkesan dengan suara kita. Rahasianya, kita tidak usah meniru habis-habisan suara penyanyi aslinya, yang lebih baik adalah TUNJUKKAN KARAKTER SUARA KITA yang sesungguhnya, karena setiap orang mempunyai TIMBRE yang berbeda-beda, kita jangan bangga bisa menirukan suara penyanyi lain, tapi kita harus bangga bahwa kita punya suara yang khas yang tidak dimiliki orang lain. Selanjutnya kita harus menyanyi dengan nada dasar yang pas/maksimal yang bisa dijangkau, karena sesungguhnya karakter suara seseorang akan muncul, kelihatan ketika dia menyanyi dengan nada yang pas/maksimal, kita jangan sekali-kali terlalu memaksakan diri untuk mencapai ketinggian suara asli orang lain, diluar kemampuan suara kita, sebab akibatnya akan sangat fatal. Kita harus tahu posisi suara kita ada di range apa, kalau wanita, ada suara SOPRAN, MEZZO SOPRAN, ALTO, kalau pria ada suara TENOR, BARITON, BAS. Guru vocal akan memberi tahu di mana posisi suara kita berada. Setiap manusia mempunyai AMBITUS SUARA yang berbeda-beda.


Biasanya, bagi orang yang baru belajar menyanyi suka cepat lelah, serak , sehingga jangankan menyanyi, bicara saja sudah tidak bisa. Hal ini bisa kita hindari, caranya adalah menyanyi dengan teknik nafas yang benar, dan kalau sudah menyanyi jangan langsung minum, apalagi yang dingin atau yang terlalu panas, hal itu akan membuat pita suara kita rusak. Yang paling baik adalah jika kita baru selesai menyanyi, tunggulah sekitar 3-4 menit atau hingga tenggorokan kita lebih nyaman, setelah itu silahkan minum air putih yang tidak dingin, atau tidak terlalu panas. Cara ini akan sangat membantu ketahanan suara kita agar tidak cepat lelah, serak. Hal lain yang perlu kita hindari adalah memakan makanan yang mengadung minyak,dan terlalu pedas, juga jangan terlalu sering begadang ,karena daya tahan tubuh dan pita suara akan berkurang jika kita sering begadang. 


Kalau kita ingin cepat bisa bernyanyi dengan baik dan benar, kita harus sering berlatih vocal, cobalah bernyanyi disetiap ada kesempatan, dan jangan lupa mintalah masukan, kritik, saran dari teman atau guru vocal kita. Semua masukan ,kritik dan saran adalah obat yang paling ampuh untuk meperbaiki vocal kita, jangn pernah alergi, takut, apalagi marah dengan kritik, saran dari orang lain. Cara lain, bisa juga dengan merekam suara kita ketika sedang menyanyi, lalu putar ulang dan simak dengan teliti dimana kelebihan dan kelemahan vocal kita, diskusikan dengan teman atau guru vocal kita. Itulah cara yang paling ampuh untuk mengetahui kemampuan menyanyi kita, tanpa ada rasa sakit hati. 


Berdasarkan pengalaman, kelemahan yang paling banyak dilakukan oleh penyanyi pemula adalah, suara yang tipis/nyempreng, artikulasi yang tidak jelas, dan tempo yang tidak menentu, kapan mulai masuk, kapan berhenti. Kalau kita lihat sebenarnya manusia mempunyai tiga sifat musical :
MUSICAL ABSOLUTE, orang yang memiliki kecerdasa luar biasa dalam bidang musik, tidak memerlukan waktu lama untuk belajar musik, dan memiliki feeling yang kuat dan berbakat.
MUSICAL , orang yang sedang-sedang saja, memiliki rasa musical tapi tidak menonjol, bisa menguasai lagu, tetapi memerlukan waktu yang cukup untuk belajar terlebih dahulu.
A MUSICAL, orang seperti ini yang susah untuk bisa secara normal menguasai lagu, karena bakat yang dimilikinya sangat kurang, bahkan tidak ada, dia hanya bermodalkan keberanian. Orang seperti ini akan sangat lama/susah dalam mempelajari materi music. Mungkin bisa berhasil,tapi dalam tempo yang lama, usaha yang keras, dan disiplin yang tinggi.


KEEP TRYING AND BE THE BEST. 

Berapa lama Kita dikubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. 

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya. 

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 ” 

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya… 

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya. 

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … ” 

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910″ 

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?” 

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”
“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.  

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek. 

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata… 

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan? 

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya 

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani. 

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya… 

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…” 

Semoga bermanfaat.. . 


Minggu, 15 Februari 2009

HIDUP ADALAH ANUGRAH

 Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

* * * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!

Dikirim oleh Karel Mandey 


Filed Under Cerita Motivasi by Resensinet

Dengan pengeditan seperlunya

Jumat, 09 Januari 2009

AKU DAN PEMILU

PEMILU besok mau milih yang mana ya??? Sumpah gue bingung. Kalo katanya suruh milih sesuai hati nurani, gue pikir malah hati nurani gue mengatakan kalo gue gak usah milih aja. Daripada dosa, kalo2 milih wakil rakyat yang gak becus kerja, palagi malah jadi koruptor, rakyat lagi yang menderita. Hii…..Nauzubilah deh!!
Tapi kalo golput katanya diharamkan tuh ama MUI. Perbuatan yang haram kalo dilakukan juga dosa ya??? 
Emmm…Setuju nggak kalo gue bilang PEMILU itu bikin ribet. Secara dananya juga nggak tanggung2…udah gitu rawan konflik dan mengancam disintegrasi lagi. 
Gimana nggak coba? Kebanyakan partai bukannya malah memecah belah persatuan dan kesatuan banget tuh?? Setiap partai merasa paling lurus. Setiap pendukung fanatik juga merasa partainya paling benar, buntutnya onar dan udah nggak mandang lagi siapa kawan siapa lawan.. Hasilnya semakin banyak orang yang cuma berwacana. Asli Cuma NATO ( Not Action Talk Only ). Anjirrrr…Najis banget kan? Tapi katanya inilah kebesan demokrasi. Huhh.. Klise!!! Buang2 waktu, buang2 duit.
Hasilnya gini2 aja..
Jadi musti pilih yang mana nih??? Bingung gue.
Tapi gue pikir bukan cuma gue aja yang bingung. Lu juga kan??? Ngaku dehh…

Kamis, 08 Januari 2009

FROM THE BOTTOM OF MY BROKEN HEART

Sebatang pohon tumbang. 
Ranting-rantingnya patah. 
Daun-daunpun berguguran, berserakan..
Begitupun aku. 
Seperti sebatang pohon tumbang itu. 
karena telah kau tumbangkan harapan untuk memilikimu.
Seperti ranting-ranting yang patah itu, 
karena telah kau patahkan cintamu padaku. 
Seperti daun-daun itu, 
yang telah kau jadikan aku sampah tak berharga.

Ini puisi curahan hati gue..buat orang yang udah maksa gue buat nglupain dia. Tapi gue ga bisa..Maafin gue.

PERPISAHAN..Hiks..hiks..

"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran"begitulah kata Om Kahlil Gibran.