
Sore itu setelah kuhabiskan waktu selama kurang lebih dua jam untuk menonton film yang ternyata sama sekali gak penting, aku melangkahkan kaki menuju ke supermarket. Kebetulan stok kebutuhan sehari-hariku sudah mulai habis jadi sekalian aja aku belanja.
Setelah mengisi troly dengan bermacam-macam produk perawatan cowo, akupun langsung menuju kegerai makanan dan minuman. Sebungkus roti basah rasa kacang dan strowberry aku ambil. Nampaknya sangat menggiurkan. Yups, sudah kebeli semua. Daripada berlama-lama takut over budget akupun langsung menuju kekasir.
Karena belanjaanku lumayan banyak dan malu kalo harus naik angkot ( hehe..bukannya apa-apa, malu aja udah kaya ibu rumah tangga tuh belanjaan ) akupun terpaksa harus mengeluarkan kocek lebih untuk ongkos naik taksi. Sambil nungguin taksi... dan berhubung perut udah lumayan kerasa lapar, aku makan aja roti sobek rasa kacang itu. Lumayan buat mengganjal perut nihh...
Wuekkk!!! Buh..! Baru sekali gigit aja udah aneh banget tuh rasanya. Sama sekali gak enak. Nyesel aku beli roti itu. Akhirnya aku taruh aja ditempat sampah. Wuzzz...Ngga ada sepuluh detik kemudian.. tiba-tiba seorang bocah mengambil roti itu dan langsung makan dengan lahapnya.
Dari cara makannya aku tau kalau bocah itu sangat lapar. Aku kemudian menghampirinya dan bertanya" Kamu sudah kenyang?". Ia hanya memandangku sebentar lalu menundukan kepala sambil menggelengkannya perlahan. " Kamu suka makan roti itu? " Tanyaku lagi. Ia kembali memandangku sebentar lalu menganggukan kepalanya perlahan. Akupun tak kuasa menahan genangan air mata ini.
*****
Pelajaran yang bisa kuambil dari kisah ini adalah bahwa seharusnya kita selalu bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan. Aku juga jadi lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang, dan memperlakukan makanan. Roti yang kubuang begitu saja karena menurutku sama sekali tidak enak, ternyata bisa menjadi santapan yang lezat bagi orang lain yang tidak seberuntung aku.
Setidaknya aku juga belajar untuk bisa lebih peduli. Saat aku kenyang, diluar banyak orang yang kelaparan. saat aku lapar, masih banyak yang jauh lebih lapar. Saat aku merasa hidupku pas-pasan, masih banyak yang jauh lebih pas-pasan.
Melihat langit tentu adalah hal yang harus aku lakukan untuk memacu semangatku menuju kehidupan yang lebih baik. Tapi Insya Alloh, aku juga ngga akan pernah lupa dimana kaki ini berpijak.
Arya Van Java